Senin, 30 Mei 2011


RAKER KOMISI X DENGAN PEMERINTAH MEMBAHAS RUU PERGURUAN TINGGI

Mahyuddin NS (pimpinan rapat/F-PD):
Selamat pagi semua, pagi ini kita raker dengan Mendiknas RI, Menag RI, Menkeu RI, Menpan dan Reformasi Birokrasi RI, Menkumham RI.

Adapun agenda rapat hari ini ialahrapat adalah penjelasan pimpinan Komisi X DPR RI terhadap RUU tentang Pendidikan Tinggi, Pandangan Pemerintah terhadap RUU tentang Pendidikan Tinggi, Tanggapan Komisi X DPR RI terhadap pandangan Pemerintah mengenai RUU tentang Pendidikan Tinggi, Penetapan jadwal, mekanisme, dan keanggotaan Panja RUU tentang Pendidikan Tinggi, Membahas DIM persandingan RUU tentang Pendidikan Tinggi.

Awalnya hanya membahas RUU Pendidikan Tinggi. Tapi sudah disetujui untuk digabung

Silahkan Pak Rully

Rully Chairul Azwar (F-PG):
Saya akan membacakan pokok-pokok tentang RUU Pendidikan Tinggi. Raker ini tindak lanjut dari tugas kami. berdasarkan rapat paripurna 7 april yang menrima aklamsi RUU ini menjadi RUU inisiatif DPR RI untuk dibahas.

Berdasarkan surat untuk penyampaian RUU ini sebagai inisiatif DPR RI, Surat presiden RI untuk menunjuk wakil yaitu mendikas, menag, menkeu, menpan, dan menkumham sebagai wakil pemerintah di RUU ini. Penugasan Bamus menugaskan Komisi X mewakili DPR RI membahas RUU ini

Pokok-pokok pikiran RUU ini ialah
1. Negara menjamin hak warga negara untuk mendapat pendidikan
2. Pemerintah mengadakan pendidikan yang meningkatak=an keimanan dan akhlak mulia
3. Pendidikan tnggi ialah tidak terpisahkan dari pendidikan nasional punya peran strategis utuk kebudayaan
4. Untuk emningatkan daya saing bangsa butuh SDM yang punya kemampuan
5. untuk emningkatkan kesehjahteraan masyarakat butuh pendidikan tinggi untuk kemajuan dan daya saing bangsa
6. Penataan Pendidikan tinggi

Hadirin, berdasarkan pertibangan tersebut RUU ini berdasarkan hak konstitusi, pasal 20 dan pasal 20A, pasal 70, dll

Proses peyusunan berdasrakan kajian dan lainnya tantang PTN dan PTS, pengelolaan PT, penjamianan mutu pendidikan tinggi, dll. Berdasarkan peraturan perundang-undangan telah didengarkan masukan masyarakat ttg RUU ini. Dan akan kami sampaikan. Masukan dari RDPU dengan dewan pendidikan tinggi, RDPU dengan forum ektor Indonesia, RDPU dengan dewan pendidikan tinggi dan IPB, RDPU dengan ketua dewan pembina yayasan dan rektor PTS dan PTN, rapat intern panja,

Tim panja juga telah melakukan kunjungan ke DIY, kaltim. di reses juga telah disosialisasikan RIUU ini ke berbagai daerah. Ini juga melalui media cetak maupun elektronik. Akhirnya kami menyampaikan terima kasih ke semua pihak semoga RUU ini bisa dibahas dalam dua masa sidang ke depan ini untuk kemakmuran rakyat dan pendidikan tinggi.

Mahyuddin NS (Ketua Panja RUU Pendidikan Kedokteran):

Selamat pagi semua
1. RUU ini berdasarkan Rapat paruipurna yang menerima RUU ini secara aklamasi untuk diteruskan ke presiden untuk diteruskan dibahas. Penyampaian RUU pendidikan kedokteran sebagai inisiatif DPR. Surat presiden yang menugaskan wakilnya membahas RUU ini. DPRyang mewakilkan Komisi X membahas hal ini

Pokok-pokok pemikiran RUU Pendidikan kedokteran ialah:
1. Negara menjamin hak warga negara untuk mendapat pendidikan
2. Pendidikan kedokteran sebagai bagian dari pendidikan
3. pendidikan kedokteran bagian dari pendidikan untuk menghasilkan dokter yang bermutu, bermoral dan berwawasan
4. pendidikan kedokteran belum diatur

Maka berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut dan pasal 20, 20 A, 27. dll

RUU ini mengalami perjalanan panjang. Sejak periode lalu. Sudah ada kajian dan evaluasi. Sebagaimana tradisi maka telah didengarkan beberapa masukan. RDPU, RDP dengan berabagi komunitas dan kunjungan lapangan. Dengan ahli-ahli kedokteran, RDPU dengan IDI, KDI, KKI, rektor2 kampus, RDPU dengan asosaiari RS pendidikan, loka karya, dan beberapa rapat intern

Telah dilakukan kunjungan untuk mencari masukan ke sumut, jatim, dan sumsel, juga sosialisasi pada masa reses dan melalui media. Maka kami mengucapkan terima ksih untuk kelangsungan RUU ini,agar dapat dibahas untuk kemajuan bangsa

Silhkan tanggapan pemerintah, yang mewakili

Mendiknas Muhammad Nuh:
Selamat pagi. Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada DPR khususnyaKomisi X atas inisiatif dalam pengusulan RUU Pendidikan Tinggi. Presiden menugaskan kepada kami untuk melakukan pembahasan bersama dengan DPR

Prinsip-prinsip dasar yang ada dalam RUU PT inisiatif DPR tidak ada persoalan, dan kami sudah klop. Tapi kami ingin memberikan catatan penting untuk bagian pembahasan nanti. Ada beberapa tantangan yang akan kita hadapi. Kita ingin memastikan lulusan SMA sederajat bisa memperoleh akses ke PT.

Kita menyiapkan agar SMA sedarajat siap, sehingga dengan kesiapan itu probabilitas menyelesaikan tugas di PT bisa lebih baik. Ada beberapa penelitian untuk akses dan keispan. Kami memberikan peratian kepada keluarga menengah ke bawah. Hasilnya ada keterkaitan antara faktor keluarga dan tingkat kepastian. Diantaranya yaitu faktor biaya yang mahal, kajiannya karena belum ada harapan yang kuat.

Lulusan SMA, 29% dari keluarga miskin yang sanggup, sissanya dari keluarga mampu. Peran PT terkait penelitian ini, ini merupakan kata kunci untuk meningkatkan kesejahteraan lebih nyata. Lebih dari 50% penelitian yang memunculkan pengetahuan baru dihasilkan di PT. PT punya misi yang lebih luas untuk produk dan perusahaan baru. pembelajaaraan tingkat sarajan ialah tugas utama PT untuk menyelenggrakan pendidikan

Dalam sandingan dari kementerian kami ingin memasukkan produk baru yaitu community college yang memberikan kontribusinya terhadap perluasan kesempatan memeroleh pendidikantinggi, mampu menigkatkan kevberhasilan, tidak ada perbedaan yang nyata antara sarajan di uyniversitas atau di community college

Maka RUU ini diharapkan bisa memberikan arahan rencana pengembangan pendidkan tinggi. Kita juga berharap RUU ini bisa mengatur pelaksanaan pendidikan tingi. Maka mumpung kita sedang persiapkan ini maka kita perlu siapkan rancangan konseptual pendidikan tinggi, dan kita harus definisikan tentang kebutuhan pemangku kepentingan

Pergeseran paradigma kebutuhan PT. Ada kebutuhan yang snagat kuat tentang kemampuan dibidang keterampilan. Maka ini menjadikan bahan pembahasan kita penguatan vokasi di semua jenjang PT. Ada keluwesan Pendidikan tinggi yang menyangkut pembelajaran seumur hidup.

Harus memeberikan kesempatan yang lebih luas ke semua lapisan masyarakat. Maka perlu ada bantuan pendidikan bagi peserta dididk yang berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Meningkatnya ketersediaan layanan pendidkdkan tinggi yang tersebar luas. Pentingnya kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai bagian utuh dari proses pembelajaranpendidikan tinggi. Perlunya sistem penjaminan mutu yang ketat tetapi efisien dan efektif.

Usulan draft awal yang kami susun tentang arsitektur PT. Isinya standard yang harus dicapai, masukannya lulusan SMA sederajat, masukan juga ersifat keilmuan, dari masukan ini ada proses yang harus kita susun standarnya, yang juga menekankan satu kesatuan utuh pembelajaran di PT, keluarannya ialah lulusan dan inovasi yang harus ada standardnya.

Ada juga standar yang mencakup kurikulum, PTK, sarana -prasarana, dll. Ini harus ada kepastian tentang kualitas atau mutunya. Yang outputnya di dunia kerja yang bisa diukur kualitasnya

Maka ada beberapa entitas yang terkait dengan pendidikan tinggi. Tidak bisa dilepaskan, Yaitu penentu standard, ada badan independen yang penuh waktu yang memikrkan tentang stadndar itu, badan independen penjamin mutu, pemberi izin, pengguna jasa, penguna keuaran secara umum, dll

Peran pendidikan tinggi kita harapkan ada 4, pembangunan berbasis pengetahuan, pembangunan modal manusia, pemeliharaan dan penyebaran pengetahuan, dan pemanfaatn pengetahuan. Model pendidikan tinggi mendatang kkita harapkan dari SMA seeraat bisa ke community college atau juga ke universitas. Demikian pandangan singkat kami terhadap RUU pendidikan tinggi. Terima kasih. 

Mahyuddin NS:
Terima kasih. langsung untuk RUU Pendidikan Kedokteran

Muhammad Nuh:
Terima kasih, kami akan sampaikan sambutan menkes tentang RUU Pendidikan Kedokteran puji syukur kita bia hadiri pembahasan ini. Treima kasih kami menyambut gembira pembahasan RUU ini. Kami menerima usulan ini dan pemerintah telah menunjuk beberapa perwakilan. RUU ini tidaj diamantkan UU, tapi sangat berhubungan erat dengan sistem pelayanan kedoketaran dan bagian dari keberhasilan kesehatan

Pendidikan kedokteran berkaitan khusus maka kami setuju untuk membahasnya. Pendidikan kedokteran banyak peminatnya. Pendidikan spesialis juga mahal. Tapi keduanya butuh dokter. Ini berdampak pada kesediaan dokter.

Sebagai gambaran urgensinya pemerataan kedokteran ada 92ribu doketr  di indonesia. sebaian besar di pulau Jawa, di luar Indonesia hanya 15%. Pembahasan telah mebuahkan kesepakatan substansi untuk dibahas bersama. Terima kasih, semoga tugas ini bisa diselesaikan dengan baik. Demikian sambutan dari Menkes.

Mahyuddin NS:
Nampaknya tidak ada masalah. Selanjutnya, sambutan dari kom X diwakili ketua panja. Silahkan.

Rully Chairul Azwar (Ketua Panja RUU Pendidikan Kedokteran):
Karena kita belum menerima naskah dari pemerintah. Maka kita hari ini tidak usah banyak memberikan tanggapn., Kita menunggu DIM pemerintah dulu. Kita sepakat panja akan segera dibentuk untuk keduanya, dan menugaskan untuk menyusun agenda di 2 masa sidang Keduanya juga harus membuat persiapan bersama. Ini yang bisa kita lakukan hari ini

Ferdiansyah (F-PG):
Waktu penentuan pembahasan ini menjadi catatan, beberapa kali UU kita bahas DIM belum sampai. Maka terkait waktu, apakah masa sidang ini sudah dihitung? Maka kita harus hati-hati dengan penggunaan waktu. Ada baiknya di forum ini megajak komisi 8 dan 9 untuk membandingkan pandangan. Karena keduanya juga terkait.

Theresia EE Pardede (F-PD):
Peran riset untuk memebentuk pola pikir ilmiah tidak akan bisa jika tidak ada dukungan kemenkumham untuk perlindungan hak. Akan seperti apa sinergitasnya?

Nasrullah (F-PAN):
Kalau saya baca materi ini menyinggung masalah pokok pikiran RUU Dikti. Sebelum KomisiX memberi tanggapan, kemenag harus diberi kesempatan memberi tanggapan karena terkait juga.

Menag Suryadharma Ali:
Kita masukkan saja dalam satu kesatuan pembahasan di panja karena prinsip dasarnya sudah dipaparkan oleh kemendiknas

Rully Chairul Azwar:
Apapun materi yang disampaikan akan kita jadikan masukan

Popong Otje Djundjunan (F-PG):
Pada dasarnya pokok pemikiran pemerintah ialah tambahan sehingga UU kita akan lebih baik. Ada usul juga agar UU Pendidikan Kedokteran ini dibahas setelah RUU Diktti, mungkinkah? karena sudah kita jadwalkan

Rully Chairul Azwar
Di panja RUU Dikti bisa berjalan paralel. Maka kita sepakati akan selesai dua masa sidang, kapan DIM-nya akan masuk? Di tengah-tengah puasa dan lebaran kan ada pembahasan juga. Kita bentuk saja panja hari ini. DIM paling lambat minggu depan. Senin kita akan rapat panja pertama, naskah sudah harus sampai sebelum itu.

Demikian rapat ini. Semoga bisa selesai

Mahyuddin NS:
terima kasih pemerintah atas tanggapannya. Kami persilahkan Pada saudara menteri untuk menyampaikan kata terakhir

Muhammad Nuh:
Terima kasih pimpinan, dan semuanya. Kami ingin menyampaikan rapat awal sangat bagus dan produktif, efektif dan efisien. Kami juga menyampaikan terima kasih di antara kolega para menteri yang sudah menyiapkan DIM, DIM resmi akan kami sampaikan tanggal 6 Juni. Terima kasih dan mohon maaf kalau ada khilaf. 

Mahyuddin NS:
Demikian usai rapat ini. Saya tutup rapat siang ini dengan ucapan terima kasih. Wassalam. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar